Subang, Kamis, 15 Oktober 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam Kunir menggelar acara pelepasan dua mahasiswi yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Penang, Malaysia, selama satu bulan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam Jumat ini menjadi momentum bersejarah bagi STAI Darussalam Kunir dalam memperluas kiprah pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Dua mahasiswi yang akan mengikuti program tersebut adalah De Elsa Agustiani dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Filza Inayah dari Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Keduanya diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat selama menjalankan KKN.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh Pengasuh PP Darussalam Kunir, Ketua Yayasan Al-Hidayah Kunir, Ketua STAI Darussalam Kunir, majelis pengasuh, dewan dosen, dewan asatidz, mahasiswa, serta para santri putra dan putri. Kehadiran keluarga besar pesantren dan kampus tersebut menjadi bentuk dukungan serta doa bagi kedua mahasiswi yang akan menjalankan amanah di Malaysia.
Acara diawali dengan sambutan Ketua STAI Darussalam Kunir, Dr. Hj. Nurlailiyah Aidatus Sholihah, S.H.I., M.H., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pengasuh PP Darussalam Kunir, Abuna KH. Saefullah Hidayat.
Dalam sambutannya, Abuna KH. Saefullah Hidayat menyampaikan rasa bangga atas perkembangan STAI Darussalam Kunir yang kini mulai melangkah ke tingkat internasional.
“Alhamdulillah, pada hari ini Darussalam Kunir mencetak sejarah. Sebagai orang tua dan guru, Bapa merasa bangga karena dalam perkembangannya, lembaga ini alhamdulillah bisa go internasional,” ungkap beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa konsistensi dalam menuntut ilmu harus berjalan beriringan dengan semangat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada orang lain.
“Sekecil apa pun, orang akan menilai dari apa yang kita berikan kepada orang lain. Usahakan hal ini menjadi tujuan utama,” pesan beliau.
Selain itu, Abuna mengingatkan kedua mahasiswi agar senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman selama menjalankan KKN di Malaysia. Beliau berpesan agar keduanya tidak meninggalkan kewajiban salat, tetap menjaga akhlak, serta membawa nama baik almamater dan pesantren di mana pun berada.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni pemberangkatan, melainkan juga menjadi langkah penting dalam perkembangan STAI Darussalam Kunir. Melalui program KKN internasional ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman baru, mengembangkan kepedulian sosial, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Keberangkatan dua mahasiswi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi para santri yang masih menempuh pendidikan di jenjang MTs dan MA untuk terus bersemangat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Langkah ini menjadi salah satu wujud perkembangan STAI Darussalam Kunir dalam membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat di tingkat internasional.
Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai keislaman, De Elsa Agustiani dan Filza Inayah diharapkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa pulang pengalaman berharga yang bermanfaat bagi kampus, pesantren, dan masyarakat.





