Subang [AF]– Ketua STAI Darussalam Kunir, Dr. Hj. Nurlailiyah Aidatus Sholihah, M.H., hadir menjadi salah satu narasumber dalam Simposium Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelantikan Akbar HMI Cabang Subang Periode 2025–2026 yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Roadmap Pembangunan Daerah”, simposium ini menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Subang.
Dalam forum tersebut, Dr. Hj. Nurlailiyah Aidatus Sholihah, M.H. tampil bersama sejumlah narasumber nasional dan regional yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan pembangunan daerah, di antaranya Dr. M. Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M. (Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) serta Assoc. Prof. Dr. Ujang Komarudin, M.Si. (Founder Literasi Politik Indonesia). Kehadiran para narasumber menghadirkan perspektif yang komprehensif mengenai sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia.
Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam di Kabupaten Subang, Ketua STAI Darussalam Kunir menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus dimulai melalui penguatan mutu pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah serta didukung oleh kolaborasi yang erat antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan.
Forum simposium ini juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai unsur strategis di Kabupaten Subang, termasuk organisasi kemahasiswaan, pemerintah daerah, akademisi, serta pimpinan perguruan tinggi. Melalui diskusi yang berlangsung, para peserta membahas berbagai tantangan pembangunan SDM, mulai dari persoalan putus sekolah, peningkatan rata-rata lama sekolah, penguatan kebijakan pendidikan, hingga perluasan keterlibatan mahasiswa dalam program-program pembangunan daerah.
Berdasarkan Term of Reference kegiatan, simposium ini bertujuan merumuskan strategi kolaboratif antara perguruan tinggi, mahasiswa, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten Subang dalam mengatasi persoalan pendidikan serta membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa sebagai subjek pembangunan daerah. Selain itu, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi bersama untuk memperkuat kebijakan pendidikan, meningkatkan kesadaran mahasiswa sebagai garda terdepan pembangunan SDM, serta membangun sinergi antarlembaga dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Ketua STAI Darussalam Kunir sebagai narasumber dalam forum ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap kontribusi STAI Darussalam Kunir dalam pengembangan pendidikan tinggi dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Subang. Melalui berbagai forum akademik dan kolaboratif, STAI Darussalam Kunir terus berkomitmen menghadirkan gagasan, riset, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkualitas dan berdaya saing.


